Surga Pelari Bernama MacRitchie [Reservoir]

Mei 2013. Agak nyeleneh memang, ketika kebanyakan pelancong pergi ke Singapura untuk merayakan hidup dengan menikmati wahana-wahana hiburan yang ada di Resort World Sentosa, berjudi di Marina Bay Sands,  atau berbelanja sampai mati di mall-mall trendi yang berserakan di penjuru negeri, saya justru memilih ‘menyepi’ ke tempat yang boleh di bilang luput dari radar para turis – MacRitchie Reservoir.

Terletak di jantung pulau Singapura, MacRitchie Reservoir tidak hanya berfungsi sebagai waduk belaka. Dilingkupi hutan hujan tropis yang cukup lebat -untuk ukuran Singapura tentunya- tempat ini ibarat oase bagi para pemuja kesunyian alam di antara hiruk-pikuknya kota yang seakan tak mengenal kata lelap. Selain memanjakan pengunjung dengan pemandangan hijaunya pepohonan, MacRitchie juga menyajikan beragam arena olahraga yang lumayan menarik.  Yang berduit bisa mencoba memainkan stik golfnya di sini. Oh, kayaking sudah tentu. Dan bagi para running junkie, patut mencoba boardwalks menembus pedalaman hutan dengan beragam pilihan jarak -mulai dari 3 km sampai yang terjauh 11 km.

Siang itu, di tengah riuhnya Orchard Road dan semerbak aroma toko yang menggoda, saya memutuskan berpisah dengan teman-teman. Karena, dari semua anggota rombongan, hanya saya seorang yang sepakat ingin pergi ke MacRicthie Reservoir. Sisanya, merasa masih cukup normal untuk memilih melampiaskan hasrat berbelanja ke IKEA.

Dari Orchard, saya hanya perlu satu kali naik bus 132 [tapi menghabiskan hampir satu jam menunggu karena salah halte #sigh] dan langsung turun di depan gerbang MacRitchie Reservoir. Tidak ada tiket masuk di sini. Alias gratis. Dilanda gairah, tanpa menunggu lama dan mempedulikan sengatan matahari yang saat itu sedang terik-teriknya, saya bergegas menuju locker room dan segera berganti kostum lari. Tidak banyak memang yang sudi berpanas-panasan lari siang itu. Tetapi sepi sekali juga tidak. Running buddies saya saat itu adalah beberapa ekspat yang nampak sudah cukup udzur tetapi berstamina ibarat kuda. Berlari bersama mereka membuat saya yang tertinggal jauh di belakang ini cuma seperti pecundang.

Waktu yang terbatas memaksa saya hanya bisa menikmati separuh dari rute yang ada. Tidak masalah. Toh, napas saya juga sudah tinggal satu-dua. Saya memutuskan untuk berhenti di Top Tree Walk, dan menikmati skyline MacRitchie dari jembatan gantung setinggi 25 meter dan panjang 250 meter ini. Syahdu. Selepas memanjakan mata dan memulihkan tenaga, saya kembali ber-trail running sejauh 4,5 km menuju titik start. Letih memang, tetapi tentu saja saya puas. Karena berlari di MacRitchie adalah angan-angan saya sejak lama, yang baru sekarang bisa terwujud. Ah, nampaknya saya jatuh hati pada MacRitchie.

Reservoir
Reservoir

 

Boardwalks
Boardwalks

Top Tree Walk
Top Tree Walk

 

Skyline
Skyline
Iklan

15 thoughts on “Surga Pelari Bernama MacRitchie [Reservoir]

  1. “Dari Orchard, saya hanya perlu satu kali naik bus 132 [tapi menghabiskan hampir satu jam menunggu karena salah halte #sigh]” ~ ah tentu saja, sudah pasti!! 😛

  2. Sekalian nyobain trail di Henderson Wave sampe-ntah-mana-yg-ga-berujung-lagi itu. Rame suara burung dan monyet. Hal yg jarang gue temukan di kota sendiri yg katanya letaknya di Zamrud Khatulistiwa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s